Minggu, 23 Juni 2013

Ayub - Tokoh Alkitab

Ayat bacaan :  Ayub 1 : 1

Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

AYUB - Kisah Tokoh Alkitab

Ayub amat kaya dan dari kalangan atas, tapi kitab ini sangat menekankan kedudukannya di tengah-tengah orang Hikmat, sehingga rinciannya terlupakan. Tapi tanpa ragu kita tolak cerita, yang menokohkan dia raja.

Dengan izin Allah harta bendanya, kesepuluh anaknya, dan akhirnya kesehatannya sendiri dirampas dan dirusak oleh Iblis. Tak ada kesepakatan tentang penyakit apa menimpa dia, sebab gejala-gejala penyakit itu diungkapkan dalam kata-kata syair yang muluk-muluk. Kaum keluarganya dan teman-ternannya sepakat menafsirkan kesengsaraannya itu sebagai hukuman Allah karena dosanya besar, dan mereka menjauhi dia, khususnya kelompok bajingan sangat senang melihat ini. Istrinya setuju dengan pendapat umum itu dan mendesak dia supaya mempercepat kematian yang tak terelakkan itu, dengan mengutuki Allah.

Lalu datanglah tiga temannya berkunjung, yaitu Elifas, Bildad dan Zofar; mereka ini anggota orang Hikmat juga, berlimpah-limpah dalam kekayaan seperti Ayub sebelumnya. Sesudah mereka melihat kesengsaraannya, mereka setuju dengan pendapat umum dan hanya duduk bersama Ayub sambil berdiam diri dekat tempat sampah di luar pintu gerbang, selama 7 hari perkabungan bagi seseorang yang sudah serupa dengan orang mati. Ledakan pergumulan hati Ayub menimbulkan percakapan hangat dan panjang, yang berakhir dengan selaan panjang lebar oleh Elihu, seorang yang lebih muda. Semuanya ini hanya memperlihatkan kebangkrutan teologi dan hikmat tradisi, jika berhadapan dengan suatu hal luar biasa seperti keadaan Ayub. Walaupun teman-teman Ayub begitu kurang simpati sehingga menjerumuskan dia hampir ke dalam keputusasaan, namun itu mendorong dia berpaling juga kepada Allah, dan mempersiapkan dia untuk melihat penyataan kedaulatan Allah, yang memberi damai sejahtera dalam hatinya. Masyarakat akhirnya dipermalukan oleh kesembuhannya, kembalinya harta kekayaannya dua kali lipat dan didapatinya lagi sepuluh orang anak.

0 komentar:

Poskan Komentar

Berpendapatlah dengan bijak, terima kasih